(Source: condemnedbones)
Best relationship is that you want to be together | Courtesy
FOLLOW BEST LOVE QUOTES ON TUMBLR FOR MORE LOVE QUOTES
The simplest things in life are what make us happy eventually. A warm and comfy home, being loved, and knowing that somebody can’t live without you.
Halo. Malang.
Halo kamu. Apa kabar? Masih adakah senyum pagimu yang menyejukkan itu? Yah, kadang memang terlalu sejuk hingga ngilu menusuk tulang. Sungguh alasan yang cerdik untuk melewatkan rutinitas shower di pagi hari.
Halo kamu. Apa kabar? Bagaimana dengan lubang di jalanan yang dulu tiap hari kulewati? Apakah masih setia menghambat pengendara yang sedang terburu-buru mengejar visite pasien? Ataukah sudah ditambal oleh seorang yang tentunya bukan dokter gigi?
Ngomong-ngomong soal dokter gigi, apa kabar spesialis orthodontist yang sudah setahun lebih ini rajin mengutak-atik rongga mulutku demi tatanan gigi yang sejajar bak dahan pohon pisang?
Halo kamu. Masihkah penuh sesak dan berebut demi sebuah lahan dua kali tiga meter untuk meletakkan kuda besi dalam status P? Bekas goresan disini, dan disana. Sudah biasa.
Halo kamu. Ah, bau makanan favoritku. Manis. Coklat keju. Empuk. Satu suap untuknya, dua suap untukku. Tidak adil? Kata siapa? Tanganku hampir melepuh kepanasan.
Halo kamu. 6 tahun. Aku pernah bersama si merah. Tapi kehadiran Choki membuat perjalananku lebih berarti. Berdua, aku dan Choki. Menyusuri setiap relung dirimu. Semakin merasuk. Semakin mencinta.
Halo kamu. Apa kabar? Kabarku merindumu.
Bulan Satu
Kusemprotkan berkali-kali parfum ke tubuhku. Kupandangi wajahku di cermin. Adakah yang salah?
Ah iya aku lupa memulaskan lip balm rasa cokelat ke bibirku. Tidak banyak membuat perubahan. Kali ini tanpa eyeliner di kelopak mata bawahku yang berkantung seperti burung hantu. Memang, sulit tidur adalah penyakit lawasku.
Tepat 30 hari yang lalu kita terakhir bertemu. Rinduku sudah sampai ubun-ubun. Bila hari ini pun kita enggan bertatap sapa, aku tak tahu sampai mana akan lagi kutahan rinduku.
Gelisah aku menunggu. Pujaan hati sedang menempuh jalan panjang dan penuh kemacetan. Hujan deras angin kencang. Deg! Aku cemas. Aku takut. Aku tidak bisa tenang. Sayang, apakah kamu baik-baik saja? Akankan kali ini kita akan benar-benar bisa bertukar rindu yang membuncah di dada?
Mendengar kabar darimu yang sudah dekat dengan tempat kita berjanji untuk bertemu. Sedikit lega. Tapi semakin memerlukan kekuatan ekstra untuk menahan diri atas bayangan kebahagiaan yang hampir tiba. Kamu.
SOS. Hilang. Tidak. Aku tidak mau kehilangan sedikitpun berita darimu. Aku naik ke lantai atas. Aku turun lagi. Naik lagi. Turun lagi. Naik lagi. Nada dering. “Halo sayang, kamu dimana?” Tidak sampai kujawab pertanyaan di ujung sana, mataku menangkap bayangan yang aku kenal. Nafasku tercekat. Tak bisa berkata-kata. Kamu!
Aku membayangkan saat pertama melihatmu lagi aku akan memelukmu sambil tersenyum manis agar kamu terpesona. Bukan seperti saat ini, mataku berkaca-kaca. Menahan tangis. Lidahku kelu. Tanganku gemetar. Kalau saja aku tidak ingat dimana aku sedang berada, mungkin air mata sudah mengalir deras.
Aku tahu kamu kesal. Tapi kamu tetap berusaha menenangkanku. Hihihi. Lucu. Ini salah satu yang buatku merindu begitu dalam.
Halo, apa kabar sayang?
Karena kamu adalah kebahagiaanku. Karena kamu adalah kegelisahanku. Sanggupkah aku pergi? Untukmu, kuasah luka. Kepadamu, kuasuh bahagia.
Mahal
Pertemuan kita seharga tidur yang lelap.
Pertemuan kita seharga dinginnya angin malam yang menusuk tulang.
Pertemuan kita seharga kantuk yang menggantung erat di pelupuk mata.
Pertemuan kita seharga pintu kayu tua yang berderit kencang tiap kali digerakkan.
Pertemuan kita seharga siaran sepak bola di televisi dengan volume tinggi tanpa ada sepasang mata yang menonton.
Pertemuan kita seharga tatapan sang bapak penjaga gerbang yang menahan diri untuk bertanya.
Pertemuan kita seharga lampu yang setia menerangi jalanan panjang yang tak berujung.
Pertemuan kita demi obrolan renyah tak tentu arah.
Pertemuan kita demi satu atau dua pelukan.
Pertemuan kita demi jemari bertaut saling merindu
Pertemuan kita demi suatu aroma yang bahkan bumi pun akan mencintainya
Pertemuan kita senyap.
Pertemuan kita cinta.
Pertemuan kita mahal.

